Forum Pohon Langka Indonesia
"Kita Jaga Pohon Langka Indonesia"
Tentang Forum Pohon Langka Indonesia
Aksi Konservasi
03/06/2026
Program Adopsi Pohon Langka Forum Pohon Langka Indonesia
15/05/2025
Selamatkan Pohon Langka Indonesia, Menanam Pohon mangga Kasturi yang statusnya punah di alam
24/04/2025
Konservasi Berkelanjutan Tumbuhan Langka dan Endemik Sulawesi: Syzygium contiguum & Syzygium galanthum.
23/04/2025
Optimalisasi Kawasan Arboretum Sylva Untan sebagai Kawasan Konservasi Spesies Pohon Langka Prioritas Nasional
02/02/2025
Small Grant Cycle 3: Tim Garsinia, komunitas Muda Bangka Belitung Pelestari Pohon Langka
02/02/2025
Rektor Universitas Brawijaya Tanam Pohon Langka di UB Forest
Peta Persebaran Program Forum Pohon langka Indonesia
Detail
Berita & Publikasi
Perayaan Hari Pohon Dunia FPLI selenggarakan Seminar Nasional dan Tanam Pohon Langka Serentak se Indonesia
Webinar Nasional: Restorasi Ekosistem untuk Masa Depan Berkelanjutan: Tantangan dan Solusi
FPLI Hadiri Workshop Nasional Penyusunan NSPK Pemulihan Ekosistem di Kawasan Konservasi
Publikasi
Daftar Nama Adopter Program Adopsi Pohon Langka
Program Adopsi Pohon Langka merupakan inisiatif konservasi yang mengajak individu, komunitas, lembaga, maupun perusahaan untuk berpartisipasi langsung dalam upaya penyelamatan spesies pohon langka Indonesia. Melalui program ini, peserta memberikan dukungan pendanaan untuk penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pohon langka di lokasi konservasi yang telah ditetapkan oleh Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI). Setiap pohon yang diadopsi akan ditanam pada kawasan konservasi, arboretum, kebun koleksi, atau area restorasi habitat alami yang sesuai dengan kebutuhan ekologis spesies tersebut. Adopter akan memperoleh informasi mengenai jenis pohon yang diadopsi, lokasi penanaman, dokumentasi kegiatan, serta laporan perkembangan pohon selama periode adopsi. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi pohon langka dan terancam punah, tetapi juga mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan flora Indonesia. Dengan mengadopsi pohon langka, setiap peserta turut menjadi bagian dari gerakan konservasi nasional untuk memastikan spesies-spesies pohon berharga tetap lestari bagi generasi mendatang.
Pohon Langka Endemik pulau Mursala Dipterocarpus cinereus
Pohon lagan bras berukuran besar dengan diameter lebih dari 100 cm dan tinggi mencapai 50 m. Batang mengelupas tipis. Daun tunggal, lanset, 6-8 x 1,7-2,5 cm, menjangat tipis, pertulangan sekunder 7 – 9 pasang membentuk sudut tajam pada tulang daun primer (Gambar 6). Buah bersayap, dua sayap panjang (5 x 1,2 cm) dan tiga sayap pendek (5 x 5 mm)(Ashton, 1982). Hingga saat ini terdata hanya dijumpai di Pulau Mursala, Sumatra Utara. IUCN menyatakan bahwa jenis ini telah punah sejak 1998 (Ashton, 1998), namun pada 2013 tim ekspedisi Kebun Raya Bogor menemukan kembali jenis ini di Pulau Mursala (Kusuma dkk, 2013). Ancaman utama berupa pembalakan liar untuk dijual. Hingga saat ini pemanfaatan lagan bras diketahui hanya untuk kayu bangunan saja. Pohon langka Indonesia dan endemik di pulau Mursala, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
Dipterocarpus littoralis pohon langka endemik pulau Nusakambangan
Pohon pelahlar (Gambar 2) dapat mencapai tinggi 50 m dan diameter lebih dari 150 cm. Kulit batang mengelupas, abu-abu, dan mengeluarkan resin bila ditakik. Daun penumpu berbulu kasar, merah tua. Daun tunggal, 16-25(-52) x 10-18(-28) cm, tersusun berseling atau spiral, helaian daun membundar telur, agak kaku dan berlipatan, pertulangan sekunder 19-24 pasang. Buah bersayap, 2 sayap panjang (24 x 4 cm) dan 3 sayap pendek (10 x 6 mm) (Ashton, 1982). Habitatnya di hutan campuran daerah rendah (lowland forest), di punggung bukit, lereng dan pinggiran aliran air, serta pada substrat tanah bukit kapur (limestone) di Nusakambangan bagian barat (Partomihardjo dkk, 2014). Kayunya digunakan untuk bahan bangunan, pembuatan kapal dan pertukangan, sedangkan resin digunakan untuk memakal perahu. Sebaran terbatas dan populasi sangat kecil serta ancaman tinggi, sehingga menempatkan Pelahlar dalam jenis prioritas I. Pohon langka Indonesia endemik pulau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah
Pendaftaran Anggota Forum Pohon langka Indonesia
Gabung bersama kami
Vatica bantamensis pohon langka Indonesia endemik di Banten
Pohon resak banten mampu mencapai tinggi 30 m. Daun tunggal, agak tebal dan mengkilap, (4,5-) 7,5-18 x (1,8-) 3,5-7,5 cm, jorong atau lonjong, pertulangan sekunder 9 – 11 pasang (Gambar 4). Perbungaan dalam malai, muncul di ketiak atau ujung ranting. Buah bersayap lima, dua sayap panjang (9 x 2,5 cm) dan tiga sayap pendek (0,25 x 0,09 cm), biji agak membulat dengan diameter 10 mm. Pohon yang menjadi identitas Provinsi Banten ini diketahui hanya tumbuh di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten pada hutan daerah rendah di lereng-lereng bukit atau gunung (Ashton, 1982). Kayunya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan pembuatan kapal/perahu.